TERKADANG luka yang diakibatkan oleh kata-kata dan tindakan memang lebih membekas dibandingkan luka fisik yang diterima seseorang. Memang, luka fisik akan terlihat dari luar, tapi luka batin atau mental bisa menghancurkan dari dalam.
Luka batin tersebut dapat bermacam-macam seperti misalnya kesedihan yang tidak berujung, merasa gagal, cemas terhadap sesuatu, hingga mengantarkan pada depresi. Biasanya, ketika seseorang mengalami luka batin, maka akan lebih sulit dilihat apalagi jika mereka tertutup.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan self-healing, sebagai sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dapat diakibatkan oleh berbagai hal.
Buat sugesti positif untuk melawan pikiran negatif
Cara Anda berbicara kepada diri sendiri dapat membuat Anda maju atau membuat Anda tetap terjebak di rasa sakit hati Anda. Seringkali, memiliki mantra yang Anda katakan pada diri sendiri di saat-saat kesedihan emosional dapat membantu Anda menyusun ulang pikiran Anda.
Misalnya, psikolog klinis Carla Manly, mengatakan untuk mencoba kalimat positif seperti, "Saya beruntung bisa menemukan jalan baru dalam hidup yang baik untuk saya,”.
.jpg)
Buat jarak fisik
Tidak jarang seseorang mengatakan bahwa Anda harus menjauhkan diri dari orang atau situasi yang menyebabkan Anda kesal. Menurut psikolog klinis Ramani Durvasula, itu bukan ide yang buruk.
“Menciptakan jarak fisik atau psikologis antara diri kita dan orang, atau situasi tertentu, dapat membantu upaya self-healing dengan alasan sederhana bahwa kita tidak harus memikirkannya, memprosesnya, atau diingatkan kembali tentang hal itu,” jelasnya.