"Hanya 7,3% pasien yang menerima obat Molnupiravir dirawat di rumah sakit atau kemudian meninggal dunia, dibandingkan 14,1% pasien acak penerima plasebo pada hari ke-29 penelitian," ungkap laporannya.
Hasil uji klinis tersebut mengesankan beberapa pihak, misalnya dr Anthony Fauci. "Data Merck sangat mengesankan, terlebih data soal tidak ada kematian yang terjadi selama proses penelitian dibanding dengan 8 pasien di kelompok plasebo," terangnya.
Ketua Satgas Covid-19 Gedung Putih, Jeff Zients, senada dengan dr Fauci. Tapi, menurutnya vaksinasi tetap harus diprioritaskan. "Ini adalah alat tambahan potensial untuk melindungi orang dari kasus terburuk jika terpapar Covid-19. Namun, lebih baik lagi jika mencegah orang terpapar," ungkapnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.