RUMAH dinas pahlawan revolusi Jenderal Anumerta Ahmad Yani di Jalan Lembang Nomor 67, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat kini sudah dijadikan museum. Bangunan ini jadi saksi bisu sejarah kelam peristiwa pembantaian yang dikenal dengan Gerakan 30 September atau G30S PKI.
Ada enam jenderal dan satu kapten merenggang nyawa dibunuh pasukan Tjakrabirawa yang dituduh berafiliasi ke PKI pada malam tersebut. Mayat mereka kemudian dimasukkan ke sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Baca juga: Monumen Lubang Buaya, Saksi Kekejaman PKI yang Punya Aura Mencekam
Di antara tujuh perwira Angkatan Darat yang dibunuh itu adalah Ahmad Yani. Menteri sekaligus Panglima Angkatan Darat itu dibunuh di kediamannya sendiri yang kini sudah dijadikan sebagai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, dengan bangunan berwarna putih.

Foto di rumah Ahmad Yani (Okezone.com/Dimas)
Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan bersejarah milik Jenderal Ahmad Yani di museum ini.
Patung Jenderal Ahmad Yani
Begitu tiba di museum, Anda akan disambut oleh patung Jenderal Ahmad Yani setinggi 3 meter. Sebelumnya patung ini belum ada, barulah kemudian ditambahkan saat menjadi sebuah museum.
Terlihat patung ini terukir dengan gagah yang menggambarkan Jenderal Ahmad Yani lengkap dengan seragam AD. Patung tersebut merupakan karya seniman Soenarto PR.
Ruang tamu
Di ruangan inilah tersimpan rapi berbagai koleksi milik Jenderal Ahmad Yani semasa hidupnya. Mulai dari ratusan piagam hingga penghargaan yang pernah didapatkan olehnya. Di ruang tamu ini juga tempat Jenderal Ahmad Yani menjamu dan bercengkarama dengan para tamunya.
Baca juga: Kisah Mistis di Lubang Buaya, Penampakan Tentara hingga Teriakan Minta Tolong
Selain itu, di bagian dindingnya terdapat lukisan besar yang menunjukkan detik-detik penembakan terjadi.

Ruang tamu rumah Ahmad Yani (Okezone)
Ruang makan dan ruang tengah
Memasuki bagian ini, pengunjung bisa melihat meja makan, tempat Jenderal Ahmad Yani makan bersama keluarganya. Tak jauh dari meja makan, terdapat sebuah kursi hitam yang sering digunakan Jenderal Ahmad Yani untuk menonton siaran televisi.
Ada pula sebuah mini bar, tempat Jenderal Ahmad Yani menjamu tamu-tamu terdekatnya. Sementara di ruang tengah, tampak foto sembilan Pahlawan Revolusi yang juga gugur dalam peristiwa G30S PKI.