Tempat Jenderal Ahmad Yani ditembak
Tepat di samping kiri ruang makan, terdapat sebuah tempat yang diberi pagar pembatas secara khusus. Pada bagian lantainya, ada sebuah tulisan ‘DI SINILAH GUGURNJA PAHLAWAN DJENDERAL TNI A. YANI PADA TANGGAL 1 OKTOBER 1965 DJAM 04.35’.
Di tempat inilah Jenderal Ahmad Yani ditembak dan jatuh tersungkur. Lantai tersebut menjadi saksi bisu Jenderal Ahmad Yani gugur dan menjadi pengingat bagi pengunjung yang datang.
Bekas tembakan
Di dalam museum ini, pengunjung juga dapat melihat bekas tembakan peluru yang dilontarkan ke Jenderal Ahmad Yani. Bahkan bekas lubang-lubang tembakan itu masih tampak jelas terlihat.

Jenderal Ahmad Yani ditembak dengan tujuh peluru, di mana lima di antaranya menembus tubuhnya. Tiga peluru mengenai lemari, dua peluru lainnya mengenai lukisan, sedangkan dua peluru lain bersarang tubuh Jenderal Ahmad Yani hingga jenazahnya ditemukan.
Ruang tidur
Menuju area ruang tidur Jenderal Ahmad Yani, pengunjung akan melihat senjata Thompson yang digunakan untuk menembak sang jenderal. Tepat di samping senjata, ada pakaian tidur terakhir yang dipakai oleh Jenderal Ahmad Yani.
Ada pula lemari kaca yang memperlihatkan seragam, sepatu, dan lencana milik Jenderal Ahmad Yani yang terpajang dengan rapi. Bahkan masih tersimpan hingga kini bedak milik istri sang jenderal.
Pengunjung juga bisa melihat lukisan berbentuk halilintar di sisi kanan atap kamar ini. Menggambarkan sebuah cerita tentang Jenderal Ahmad Yani yang diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.