Sedangkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Laksana Tri Handoko, MSc, menambahkan, pihaknya juga akan memfasilitasi ketiga peneliti ini. Dia juga menilai bahwa kegiatan ini dapat merangsang para peneliti untuk lebih giat melakukan studi.
"Mereka juga diharapkan lebih giat lagi dalam menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk atau barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyehatkan bangsa,“ katanya.
Sementara itu, Prof. Widodo SSi,MSi, PhD, MedSc, Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya mengatakan, selama pandemi penelitian kesehatan terkait Covid-19 harus diperbanyak. Para peneliti juga harus mengoptimalisasi digital untuk menunjang hilirisasi penelitian, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Seperti contoh pembuatan vaksin yang semula harus melalui banyak proses penelitian, dari pengecekan jenis virus, memperbanyak virus, screening, efikasi, tahap uji klinis dan digunakan untuk umum," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.