Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Badai Sitokin Ancam Penderita Komorbid dan Anak Muda, Begini Cara Mencegahnya

Mohamad Yan Yusuf , Jurnalis-Selasa, 31 Agustus 2021 |19:04 WIB
Badai Sitokin Ancam Penderita Komorbid dan Anak Muda, Begini Cara Mencegahnya
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Selain itu, pada kondisi pasien yang alami komorbid dampak sitokin akan lebih tinggi dan lebih dramatis kondisi ini membuat pasien akan alami penurunan daya tahan tubuh dan mengancam fatalitas si pasien.

Di sisi lain sekalipun hasil swab menunjukan negatif, mantan penderita Covid-19 diminta tak terlena. Pasalnya, badai sitokin bisa akan tetap bermasalah dan bisa sewaktu waktu muncul.

Karena itulah dalam penanganan pasien Covid-19 tak hanya soal mengatasi virus yang kian menjangkit, pemantauan terhadap badai sitokin wajib dilakukan sehingga ancaman hiperpabulasi (pengentalan darah berlebihan) tak terjadi.

Pasalnya apabila kondisi badai sitikon terjadi, maka akan membuat penderita Covid-19 kian panjang mulai hingga 1,5 bulan lamannya. Serangan jantung mendadak tanpa demam bisa terjadi. "Kesimpulan saya, pemeriksaan pengentalan darah yang menjadi kuncinya. Masih ada peradangan tidak, nafasnya masih ada tidak, paru paru didengarkan. Untuk menguatkan kecurigaan sitokinnya masih tinggi," tuturnya.

Termasuk kepada anak muda yang cenderung lebih kuat imunnya. dr Ceva mengingatkan agar masyarakat berumur 20-30 tahun wajib berhati hati, pemeriksaan awal harus dilakukan, sebab di umur segitu penyakit penyerta cenderung tak terkontrol.

Karena itu apabila ada dugaan adanya komorbid dengan melihat kondisi gula darah dan tensi tinggi, dr Ceva menyarankan agar melakukan perawatan. Sehingga penanganan tidak hanya masalah Covidnya melainkan penyakitnya. Namun bila gejala ringan dan tak memiliki komorbid, dr Ceva menyarankan agar tetap di rumah.

"Makanya saya bilang laporkan secara rutin orang yang itu. Sehingga ada tanda tanda tertentu, antisipasi rawat di rumah," katanya.

Untuk mencegah terjadinya badai sitikon, penderita Covid diwajibkan melakukan observasi di awal. Konsumsi vitamin seperti vitamin D dan C hingga mineral zink wajib dilakukan pada awal awal terkonfirmasi positif. Termasuk melalui vaksin, hal ini untuk mencegah agar tak terlalu buruk saat terpapar virus sehingga saat terkena badai sitikon bisa diatasi.

Dalam data yang ada, terlihat peluang orang sembuh saat terkena badai sitikon masih cukup tinggi, yakni 60 persen. Meski demikian saat kondisi buruk, pergantian plasma exchange mengganti plasma yang terpapar badai sitikon dengan yang lebih steril menjadi satu dari sekian cara menyembuhkan masyarakat yang terpapar. "Saya melihat 60 persen badai sitokin reda atau sembuh bila melakukan itu," tutupnya.

Baca pembahasan mengenai badai sitokin selengkapnya di Sindonews.com melalui link ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement