“Setiap kerusakan atau kehilangan warisan budaya hanya akan memiliki konsekuensi buruk pada prospek perdamaian abadi dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Afghanistan,” bunyi pernyataan itu.
Pada 15 Agustus, Museum Nasional di Kabul mengangkat kekhawatiran tentang ancaman penjarahan. “Kota Kabul telah menyaksikan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kelanjutan dari situasi kacau ini menyebabkan kekhawatiran besar tentang keamanan artefak dan barang-barang museum,” kata pengelola museum dalam sebuah pernyataan yang diposting ke media sosial.
Baca juga: Detik-Detik Warga Afghanistan Jatuh dari Pesawat saat Kabur di Bandara Kabul
Menyusul penghancuran patung-patung Bamiyan oleh Taliban dua dekade lalu, UNESCO menetapkan program dengan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan pada tahun 2004 untuk melindungi situs-situs di provinsi Logar dan Kapisa dekat Kabul.
Afghanistan juga merupakan rumah bagi satu situs warisan dunia yang diawasi oleh UNESCO, yakni menara dan peninggalan arkeologi jam di provinsi barat Ghor. Pada Mei 2019, pasukan Taliban menguasai pos pemeriksaan di dekat situs abad ke-12, menghalangi akses ke lapangan dan menewaskan 18 personel keamanan Afghanistan.
(Rizka Diputra)