PERNAH mendengar generasi sandwich? Generasi sandwich merujuk pada sekelompok individu yang 'terjepit' di antara tuntutan simultan dalam merawat orangtuanya yang telah lanjut usia sekaligus merawat anak-anaknya yang masih bergantung padanya.
Generasi sandwich sendiri cukup berisiko mengalami masalah kesehatan mental. Salah satu penyebabnya adalah tekanan yang datang dari atas maupun bawah. Maksudnya, karena memiliki tuntutan untuk menyanggupi kehidupan dirinya sendiri dan keluarga, terutama orangtua yang sudah lanjut usia, pribadi ini rentan merasa tidak pernah cukup.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, menerangkan istilah generasi sandwich pertama kali muncul dari dua pekerja sosial bernama Dorothy Miller dan Elaine Broody pada 1981 untuk menggambarkan pelaku rawat (caregiver) yang terjepit di antara dua generasi.
"Sebagai pelaku rawat individu yang berada di generasi sandwich ini, umumnya mereka dituntut untuk memberikan dukungan fisik, mental-emosional, dan finansial baik bagi anak-anaknya dan juga orangtua yang telah lanjut usia," terangnya.
