Wanita yang juga Koordinator Bidang Literasi dan Edukasi Forum Solidaritas Kemanusiaan (ForumSK) ini juga menceritakan, masyarakat setempat masih mengadakan upacara adat. Salah satunya yaitu upacara kematian yang setiap tahun dilakukan setelah panen, tepatnya pada bulan Juli-Agustus.
Ada wabah Covid-19, seharusnya upacara tak digelar untuk menghindari kerumunan. Masyarakat masih datang ke tempat upacara ritual.
Kalau tak datang upacara juga bisa dikucilkan. Dinny pun tak menampik jika upacara adat di sana bisa menimbulkan klaster baru.
Belum lagi soal vaksinasi, banyak masyarakat Tana Toraja masih enggan disuntik vaksin Covid-19. Mereka percaya tentang hoax.
"Masyarakat juga sering baca di hp dan percaya hoax, jadi mereka gak mau divaksin," terangnya.