Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menggali Potensi Desa Wisata Piantus Melalui Galeri Kerajinan Tangan

Antara , Jurnalis-Senin, 26 Juli 2021 |09:03 WIB
Menggali Potensi Desa Wisata Piantus Melalui Galeri Kerajinan Tangan
Galeri Kerajinan Tangan di Desa Piantus, Sambas, Kalbar (Foto: Antara)
A
A
A

Pada lantai atas rencananya akan difungsikan sebagai kantor koperasi, tapi belum maksimal karena terhalang di SDM.

“Kami yang kerja di galeri punya misi yaitu untuk mengembangkan rotan. Kami berpikir kerja bukan hanya sekedar mengumpulkan pundi-pundi uang, tapi bagaimana bisa meningkatkan potensi desa dan hasil olahan rotan bisa memenuhi permintaan pasar,” ujar Hendi.

Hendi dan rekan-rekannya terus berusaha merekrut masyarakat setempat untuk bergabung di galeri, terutama kaum muda. Sayangnya kebanyakan anak muda hanya melihat tapi belum tertarik untuk bergabung di galeri.

Sesungguhnya, para pekerja sudah memiliki potensi karena lahir dari lingkungan pengrajin, sehingga sudah melihat yang berhasil tetapi belum ketika itu belum ada keinginan untuk bergabung.

Seiring perjalanan waktu, saat ini sudah ada 7 buah mesin rotan yang terdiri dari mesin poles, mesin kupas, dan lain-lain, sehingga produksi kerajinan terus bertambah untuk mengisi galery.

Barang-barang yang dijual pun cukup bervariasi, seperti kursi, tempat sampah, pot bunga, guci, dan masih banyak lagi.

Setiap barang juga mempunyai harga yang berbeda-beda, tergantung tingkat kerumitan anyaman yang dibuat. Untuk satu set kursi saja mempunyai harga mulai dari Rp200 ribu sampai dengan Rp7 jutaan.

Baca juga: Jelang Lebaran, Sentra Kerajinan Kulit Magetan Ramai Diserbu Wisatawan

Dengan berbagai jenis permintaan pengelola juga memasok bahan baku yaitu rotan tidak hanya dari Desa Piantus saja melainkan dari berbagai daerah lainnya salah satunya adalah rotan dari Paloh.

Untuk pemasaran selain di Kabupaten Sambas mereka juga sudah memasarkannya ke berbagai daerah di Kalbar seperti Pontianak, Sintang, Sekadau, Putusibau dan lain sebagainya.

Kerajinan Tangan Sambas

(Foto: Instagram/@dekranasdasambas)

Selain di Kalbar, hasil olahan kerajinan rotan juga di pasarkan ke wilayah Serikin, Serawak Malaysia. Untuk produk yang dipesan biasanya adalah kursi dan anyaman lainnya. Penjualan dilakukan dengan cara memasarkan langsung dan lewat media sosial seperti facebook.

Walaupun galeri belum genap satu tahun, namun sudah bisa membantu perekonomian masyarakat. Perajin setempat juga sudah mengalami peningkatan dalam hal mengolah rotan menjadi satu produk baru.

Hendi yang sempat menjabat sebagai kepala Desa Piantus periode 2012-2018 sudah sangat erat dengan rotan. Dia mengaku sejak tahun 1996 sudah bekerja mengolah rotan, jadi dia sudah menikmati pekerjaannya sebagai pengrajin.

Baca juga: Melihat Keseruan Peserta FunTrip Membuat Kerajinan Tangan di Desa Wisata Gamplong Yogyakarta

“Saya sudah lama bekerja sebagai pengrajin, sebelum menjadi kepala desa dan sampai sekarang masih jadi pengrajin. Saya dan teman-teman bercita-cita di Desa Piantus harus ada pabrik rotan,” kata Hendi.

Lewat galeri Hendi dan rekan-rekannya juga membantu masyarakat setempat yang belum bisa mengayam.

Pelatihan bagi yang belum bisa menganyam juga terus dilakukan. Mulai dari membuat kerangkanya, hingga cara menyelesaikan anyaman diberikan kepada pengrajin.

Beberapa pengrajin bahkan ada baru pulang dari Malaysia kemudian bergabung di galeri. Mereka dibimbing dari nol hingga bisa menganyam sendiri agar mendapat perkerjaan dari kemampua menganyam rotan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement