Ada pun pendampingan dan bantuan yang diberikan berupa infrastruktur yang disiapkan lintas kementerian dan lembaga lewat pengganggaran dalam APBN.
Lalu bantuan insentif pemerintah yang diberikan melalui Kemenparekraf hingga sertifikasi CHSE (Cleanliness, Helath, Safety, Enviroment Sustainabilty).

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu dalam acara yang sama menyampaikan pengelola desa wisata harus dapat mengidentifikasi yang menjadi keunggulan di desanya untuk dapat dikembangkan sebagai daya tarik. Salah satunya dibungkus dalam story telling yang baik.
"Di sinilah diperlukan tata kelola (manajemen) yang baik. Sehingga apa yang menjadi daya tarik atau keunggulan itu nantinya bisa memberikan dampak baik secara ekonomi, sosial budaya, dan juga dampak atau manfaat pelestarian lingkungan yang semuanya merupakan pilar utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan," kata Vinsensius.
(Salman Mardira)