Baca Juga : 5 Pesona Nora Alexandra, Istri Setia Jerinx SID yang Cantik Menawan
Pada situasi melawan, kebanyakan korban pemerkosaan mengalami kondisi yang dinamakan Tonic Immobility atau lumpuh sementara. Kondisi tersebut bukan menandakan ketidakberdayaan tetapi sebuah mekanisme alami tubuh sebagai cara pertahanan diri.
"Ini seperti reaksi rusa yang berhadapan dengan binatang buas. Dia membeku, padahal mungkin Anda berpikir seharusnya berlari menghindar. Tapi, si rusa memilih diam dan kaku," kata Beverly Engel, seorang psikoterapis dan juga penulis lebih dari 20 buku 'self-help pada ABC News.
"Pemerkosaan adalah tentang kekuasaan dan kontrol. Begitu pelaku merasa memiliki kekuatan dan kendali atas korbannya, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika korban mencoba melawan, pelaku akan lebih agresif. Jadi, setiap orang harus memutuskan sendiri apa yang terbaik dalam situasi itu," tambahnya.
"Dalam situasi lain, korban memilih untuk melawan. Tetapi, pada akhirnya percayalah bahwa hanya ada satu cara yang benar yaitu melaporkan kejadian tersebut dan pulih dari serangan," ungkap Engel.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.