Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Kabar PCR Test Sebabkan Kanker, Benarkah?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 21 April 2021 |13:34 WIB
Heboh Kabar PCR Test Sebabkan Kanker, Benarkah?
Ilustrasi PCR test. (Foto: Rawpixel/Freepik)
A
A
A

MEDIA sosial dikejutkan dengan beberapa unggahan netizen yang menyebutkan bahwa PCR Test Covid-19 bisa menyebabkan kanker. Itu karena alat swab-nya mengandung etilen oksida yang bisa menimbulkan sakit kanker.

Salah satu unggahan Facebook berhasil di-capture laman AAP yang menampilkan pernyataan netizen Australia pada 5 April mengatakan, "Tes PCR adalah alasan kita semua kehilangan kebebasan kita!"

Unggahan tersebut kemudian mengklaim bahwa PCR test mengandung etilen oskida yang bersifat karsinogenik dan mutogenik. Diketahui, unggahan tersebut kini sudah menyebar di Kanada dan dilihat ribuan orang.

Baca juga: Pandemi Covid-19, IDI Sebut Terapi Kanker Bisa Dilakukan via Telemedis 

Lantas, apakah klaim tersebut benar?

MNC Portal coba menanyakan hal ini ke ahli onkologi Dr dr Denni Joko Purwanto SpB(K) Onk MM. Dia dengan tegas mengatakan bahwa itu adalah kabar sesat atau hoaks.

Alat PCR test. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

"PCR Test tidak menyebabkan kanker. Jadi, itu informasi yang sama sekali tidak benar," tegasnya dalam keterangan virtualnya di webinar, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Kenali 3 Manfaat Tomat, Lawan Kanker hingga Perbaiki Mata 

Sementara itu dalam laman AAP FactCheck, para ahli menjelaskan bahwa jumlah bahan kimia yang tersisa pada alat swab PCR test setelah dilakukan pembersihan dengan etilen oksida hampir tidak terdeteksi dan artinya tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.

Dokter Gaetan Burgio, ahli genetika dan penyakit menular dari Universitas Nasional Australia, mengatakan etilen oksida yang digunakan untuk mensterilkan alat swab PCR test untuk mengecek covid-19 dipastikan tak mengandung kontaminan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement