Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Padusan, Ritual Penyucian Diri Masyarakat Jawa Sambut Ramadan

Indah Salsabillah , Jurnalis-Minggu, 11 April 2021 |12:25 WIB
Tradisi Padusan, Ritual Penyucian Diri Masyarakat Jawa Sambut Ramadan
Tradisi Padusan jelang bulan Ramadan (Foto: Instagram/@banyupanaspacet)
A
A
A

"Yang pertama tidak apa dipakai. Nama-nama tidak harus ada dalam hadits atau Alquran. Kedua soal cara, catatannya asal tidak ada sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan syariat. Misalnya dalam hal ini tidak menunjukkan atau menampakkan aurat pada yang lain, maka itu boleh. Tapi kalau ada unsur muharromat atau yang diharamkan seperti terbuka aurat laki-laki dan perempuan, itu jelas haram," ucap Muhibbin kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bagaimana agar tradisi padusan ini tetap berjalan yakni dengan cara memisah antara tempat mandi laki-laki dan perempuan. Bagi laki-laki diimbau untuk tetap mengenakan celana, sedangkan perempuan memakai kain untuk menutup auratnya.

Baca juga: Patung Gorila di Batu Secret Zoo Ambruk Pasca-Gempa Magnitudo 6,7

"Tradisi padusan tidak masalah asalkan perempuan dengan perempuan, tidak boleh bercampur dengan laki-laki," ujarnya.

Sejatinya kata dia, perlu dipersiapkan umat Islam menyambut Ramadan ialah kesehatan jasmani dan rohani. Jasmani misalnya, muslim dituntut memerhatikan kebersihan dan kesehatan tubuh serta lingkungannya. Hal itu bisa dilakukan dengan makan, berolahraga dan istirahat yang cukup.

Sementara dalam aspek rohani bisa dengan sering-sering membaca Alquran dan perbanyak zikir serta istighfar. Yang tak kalah penting tentunya saling bermaafan baik kepada teman, saudara dan maupun keluarga. Sebab, dosa antar sesama manusia takkan bisa luntur tanpa adanya ridho dari yang bersangkutan.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement