Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Malamang, Tradisi Masyarakat Minangkabau Sambut Bulan Suci Ramadan

Suci Wulandari Putri , Jurnalis-Minggu, 11 April 2021 |15:05 WIB
Mengenal Malamang, Tradisi Masyarakat Minangkabau Sambut Bulan Suci Ramadan
Tradisi Malamang khas masyarakat Minangkabau dalam menyambut bulan suci Ramadan (Foto: Instagram/@na_photography000)
A
A
A

MENJELANG bulan suci Ramadan, masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat biasanya melakukan sebuah tradisi dalam menyambut bulan penuh berkah itu. Tradisi ini disebut dengan Malamang (membuat lemang).

Lamang, atau lemang ialah makanan dari puluik (ketan) yang dimasak bersama santan dan dikemas dalam wadah bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dimasak dengan perapian atau unggun yang sengaja dibuat untuk itu.

Biasanya lemang dimasak dengan cara diletakkan secara berjejer dan disandarkan ke panas api yang sengaja dibuat memanjang.

Dikutip dari jurnalbpnsumbar, semarak tradisi malamang ini sangat terasa, apalagi pada zaman dahulu (sebelum tahun 1980-an) di mana setiap rumah pada waktu-waktu malamang akan membuat atau memasak lamang di halaman rumah secara gotong royong dengan masyarakat sekitar.

Tradisi Malamang

(Foto: Instagram/@ilacitra)

Kaum lelaki dan perempuan bahu membahu membantu, mulai dari penyiapan bahan lamang, persiapan api unggun, mencari bambu, menjaga api agar tetap menyala saat pembakaran lemang, hingga lemang siap dimakan atau dihidangkan.

Tradisi malamang tidak hanya sampai membuat lemang saja, tetapi pada malam harinya juga diiringi dengan acara syukuran mandoa (berdoa bersama).

Mandoa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena akan menyambut bulan Ramadan. Sedangkan untuk kaum perempuan menghidangkan makanan dan akan makan setelah kaum laki-laki selesai.

Mandoa juga sebagai bentuk kegiatan menjalin silaturahmi antar sesama, serta saling bermaaf-maafan untuk menyambut bulan puasa.

Pada acara mandoa ini lah lemang yang sudah dimasak siang hari akan disuguhkan, biasanya disajikan bersama dengan tapai (beras ketan hitam yang difermentasi).

Selain menyajikan lemang, dalam tradisi mandoa juga disajikan makanan berat seperti nasi dan lauk pauk yang nantinya dimakan secara bersama-sama oleh kaum laki-laki dengan cara duduak baselo (duduk bersila).

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement