Diet ini berfokus pada mengonsumsi lebih banyak makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian sambil tetap menikmati daging dalam jumlah sedang. Lalu mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan serta membatasi tambahan gula dan permen.
Baca juga: 4 Makanan yang Bisa Kurangi Nafsu Makan, Cocok untuk Program Diet
Diet fleksibel dikembangkan oleh ahli gizi Dawn Jackson Blatner pada 2009 dan menerbitkan buku berjudul 'The Flexitarian Diet: The Mostly Vegetarian Way to Lose Weight, Be Healthier, Prevent Disease and Add Years to Your Life'.
Pada 2019, flexitarian diet menduduki peringkat nomor 3 dalam kategori 'Diet Terbaik secara Keseluruhan' dalam hal mempromosikan kesehatan jangka panjang dan mencegah penyakit serta berada di urutan kedua sebagai 'Diet Terbaik untuk Penderita Diabetes'.
(Hantoro)