Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasutri Punya Gangguan Kesuburan Infertilitas Idiopatik, Mungkinkah Bisa Hamil?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 24 Maret 2021 |21:00 WIB
Pasutri Punya Gangguan Kesuburan Infertilitas Idiopatik, Mungkinkah Bisa Hamil?
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)
A
A
A

Ada banyak alasan kenapa pasangan mengalami gangguan kesuburan yang menyebabkan mereka sulit memiliki keturunan, salah satunya infertilitas idiopatik atau 'unexplained infertility'. Persentase pasangan yang mengidap infertilitas idiopatik ini diketahui mencapai 10 persen dari pasangan dengan gangguan kesuburan.

Ketidaksuburan atau infertilitas diartikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Ya, kurang lebih 80 persen pasangan suami-istri akan hamil dalam 12 bulan pertama berhubungan seksual tanpa kontrasepsi.

"Apabila pasangan suami istri tidak juga mendapat kehamilan setelah setahun, maka pasangan tersebut membutuhkan pelayanan medis lebih lanjut," kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah - IVF Centre, dr Gita Pratama, SpOG-KFER, M.RepSc, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Pasutri

Infertilitas idiopatik sendiri merupakan keadaan ketika pasangan sudah melakukan pemeriksaan lengkap seperti pemeriksaan analisis semen, penilaian fungsi ovulasi, dan uji patensi tuba dinyatakan normal, namun tetap tidak bisa hamil.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah pasangan dengan infertilitas idiopatik tetap bisa hamil?

Dokter Gita menerangkan, meski penyebab dari infertilitas tidak dapat diketahui, namun bukan berarti pasangan dengan infertilitas idiopatik tak dapat memiliki keturunan. "Tingkat kehamilan spontan pada pasangan ini bahkan lebih tinggi daripada pasangan dengan infertilitas lainnya," terang dr Gita.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement