"Kita tata semuanya, seperti pasar maupun destinasi wisatanya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah tuntas," ungkapnya.
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho selaku inisiator pelatihan bagi Juleha di Kota Malang berujar, pelatihan bagi Juleha, selain mendukung Program Malang Halal Center sebagai destinasi wisata, juga sebagai perwujudan pengembangan ekonomi syariah.
Selain itu, juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Jawa Timur sebagai kawasan industri halal, termasuk di sektor makanan dan minuman (mamin) sesuai program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
"Pelatihan Juleha ini tidak hanya menyasar para juru sembelih dari kalangan profesional (jagal), tetapi juga melibatkan juru sembelih dari berbagai lembaga, tak terkecuali dari pondok pesantren dan pengurus masjid yang ada di Kota Malang," tuturnya.
Baca juga: Bangganya, Halal Tourism Indonesia Terbaik di Dunia, Ini Daerah-daerahnya!
Juleha yang menjadi pejuang makanan halal itu mengantongi sertifikat kompetensi sebagai juru sembelih. Pelatihan juru sembelih halal ini diharapkan mampu mendorong tersedianya juru sembelih yang berkompetensi dan profesional, menjamin tersedianya daging yang halal serta menciptakan pengembangan halal value chain pada industri pengolahan khususnya untuk pengolahan makanan di Kota Malang.
Penyembelihan menjadi salah satu faktor pemenuhan kriteria halal serta titik kritis dalam menghasilkan daging yang aman, sehat, dan sesuai syariah. Juru sembelih halal menurut SNI Nomor 99002 Tahun 2016 adalah orang yang melakukan proses penyembelihan dan telah memenuhi persyaratan perundangan.
Sekadar diketahui, wisata halal terus digaungkan Kota Malang. Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata pun mulai banyak yang mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikat halal. Pada tahun 2020, ada 20 perusahaan yang difasilitasi Pemerintah Kota Malang untuk mengantongi sertifikat halal.