Pada suatu hari, Ken Dedes pulang ke Panawijen untuk menjenguk ayahnya. Ketika Ken Dedes turun dari kereta kerajaan, bertiuplah angin kencang yang menyingkap bagian bawah kain panjangnya.
Lalu, Ken Arok yang bertugas mengawal kereta Ken Dedes sempat melihat sekilas betis istri Tunggul Ametung tersebut. Di mata Ken Arok, betis Ken Dedes memancarkan sinar yang silau.
Pemandangan tersebut tak mau hilang dari benak Ken Arok. la lalu menanyakan hal itu kepada Mpu Purwa.
Sang Mpu menjelaskan bahwa sinar yang dilihat Ken Arok merupakan pertanda bahwa Ken Dedes ditakdirkan sebagai wanita yang akan menurunkan raja-raja di Pulau Jawa.
Kutukan Mpu Gandring mulai berlaku, Ken Arok dibunuh dan digantikan kedudukannya oleh Anusapati, Tohjaya, hingga Ranggawuni, anak Anusapati yang dinobatkan sebagai raja dengan gelar Jayawisnuwardhana. Lalu memerintah Singasari mulai pada 1227 hingga 1268.
Kemudian Jayawisnuwardhana digantikan oleh putranya, Joko Dolog yang bergelar Kertanegara pada tahun 1268 hingga 1292.
Kertanegara adalah Raja Singasari yang terakhir. Pemerintahannya ditumbangkan oleh Raja Kediri, Jayakatwang. Namun Jayakatwang berhasil dikalahkan oleh menantu Kertanegara yang bernama Raden Wijaya.
Raden Wijaya yang merupakan keturunan Mahisa Wongateleng dan Raja Udayana di Bali mendirikan kerajaan Majapahit, dengan pusat pemerintahan di Trowulan.
"Candi di sini merupakan kebangaan warisan sejarah masa lalu tak ternilai harganya, sehingga pantas untuk dikunjungi saat berkunjung ke daerah Malang," dikutip Okezone dari channel YouTube JinggLang Channel.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.