WISATA Candi Singosari menjadi simbol untuk menghormati keagungan Raja Kertanegara yang gugur dalam pemberontakan yang dilakukan Jayakatwang. Sisa-sisa di masa lampau masih bisa ditemui keberadaannya hingga saat ini di Jalan Tunggul Ametung No.4, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur.
Wisata Candi Singosari memiliki bangunan menyerupai bentuk limas, batu andesit disusun dari bawah ke atas kemudian dipahat bagian atas agar lebih kecil ketimbang bagian bawah candi. Mulai dari, kaki candi, pondasi atau batur, tubuh candi, hingga atap kegunaannya berbeda-beda serta makna tersendiri juga dimiliki oleh bagian-bagian tersebut.
Pada bagian Batur, berfungsi sebagai pondasi yang menjadi tonggak berdirinya Candi Singosari. Ruangan berlekuk di kaki candi yang ada terdapat arca Resi Agastya dipercaya sebagai penyebar agama hindu dari India ke tanah Jawa.
Baca Juga: Uniknya Wisata Candi Sukuh, Ada Arca Erotis Simbol Seks

Sementara itu, tubuh Candi Singosari sengaja dikosongkan sebagai menghormati roh-roh suci di Candi Singosari. Sedangkan pada bagian puncak candi ini disediakan persemayaman para dewa dan dewi yang dianut oleh agama Hindu-Budha.
Sebagian besar relief yang terukir pada Candi Singosari berbentuk bunga dan binatang. Salah satu relief binatang berbentuk singa dengan pahatan saling bertolak pandang. Ada juga burung jaringan, yaitu burung yang dipercaya hidup pada saat candi ini dibangun.
Tak lupa, pahatan wajah-wajah seram yang disebut Muka Kala atau Kirti Murka ikut menghiasi Candi Singosari. Pahatan ini digunakan sebagai pengusir roh-roh jahat yang akan datang membawa bencana terhadap Candi Singosari.
Bangunan Candi Singosari terdapat di tengah halaman dengan dibantu berdiri di atas batur kaki atau pondasi setinggi 1,5 meter. Pintu masuk ke ruang tengah menghadap ke arah selatan terlihat begitu sederhana tanpa bingkai berhiaskan pahatan, diduga kuat bahwa pembangunan Candi Singasari belum sepenuhnya terselesaikan.
Di bagian dalam Candi Singosari terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk menempatkan sebuah arca Lingga dan Yoni. Sedangkan pada tiap sisinya terdapat arca Resi Agastya di sisi selatan, arca Durga di sisi sebelah utara dan arca Ganesha di sebelah timur. Sayangnya, arca-arca yang tersisa hanya arca Resi Agastya, sedangkan yang lain sudah tidak ada.
Bangunan Candi Singosari ini berada di lahan yang berukuran 200 x 400 meter. Dalam kompleks candi ini, ada beberapa beberapa candi lainnya. Misalnya dua candi yang sengaja dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, yakni Candi Singasari dan Candi Jawi yang juga merupakan Candi Siwa. Hal tersebut tampak dari adanya beberapa arca Siwa di halaman candi.
Di dalam kompleks percandian ini ada juga sepasang arca raksasa Dwarapala yang tingginya mencapai empat meter. Uniknya, arca raksasa tersebut membawa gada menghadap ke bawah. Berartikan, walaupun penjaganya raksasa, namun mereka menyambut dengan rasa belas kasih.