Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pramugari Boleh Nikah dan Punya Anak? Tantangannya Lebih Berat Ketimbang Lajang

Fatha Annisa , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2021 |07:04 WIB
Pramugari Boleh Nikah dan Punya Anak? Tantangannya Lebih Berat Ketimbang Lajang
Pramugari Verawaty saat menikah. (Foto: Instagram)
A
A
A

Di dua tahun pertama, pramugari berstatus pegawai kontrak di mana mereka harus menjaga kinerja sebaik mungkin. Absensi dan sikap pun sangat dinilai dalam tahap ini. Penilaian sikap didapatkan melalui formulir yang akan diisi oleh Flight Service Manager maupun penumpang. Pramugari juga akan ditanyakan hal-hal seputar aviasi, keamanan saat terbang, servis, dan sebagainya.

Nilai tersebut akan tertera dalam sebuah buku rapor. Dalam satu tahun, Vera mengatakan pramugari tidak boleh mendapat nilai lebih rendah dari 90.

“Flight Attendant itu punya nilai rapornya, guys, sama kayak sekolah. Ada rapornya. Rapor itu adalah semacam buku dosa kita. Semua kelakuan kita, baik itu baik maupun buruk, semuanya tercatat di situ, kita ngapain aja,” jelas Vera.

Jika selama dua tahun berturut-turut pramugari tidak mendapat nilai di bawah 90, maka mereka akan diangkat menjadi pegawai tetap. Ketika menjadi pegawai tetaplah pramugari diperbolehkan menikah dan punya anak.

Pihak maskapai akan memberikan cuti selama satu tahun penuh bagi pramugari yang tengah hamil. Namun ketika kembali dari cuti, pramugari tidak bisa langsung bekerja lagi. Mereka harus menjalani training guna mengingatkan kembali hal-hal terkait pekerjaannya dan mempelajari hal baru yang mungkin saja berubah selama mereka cuti.

“Apabila kita sudah kembali dari masa cuti satu tahun itu, kita akan kembali ditraining oleh perusahaan. Jadi, benar-benar diajarkan lagi tentang safety, servis, dan semua ilmu-ilmu yang pernah kita dapat. Selain untuk kita remind kembali, juga akan diinfokan ilmu-ilmu yang sudah ter-update,” ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement