MENYEBUT nama Desa Senaru khusus kalangan pendaki gunung, tentunya sudah tidak asing. Karena bagi pendaki Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 Meter di atas Permukaan Laut (MDPL), desa itu menjadi titik perlintasan pendakian.
Desa Senaru ini tepatnya berada di kaki gunung yang dahulunya dikenal dengan nama Gunung Samalas. Bagi kalangan pendaki, jika mereka memulai pendakian dari Sembalun, Lombok Timur bisa turun melalui Desa Senaru, Lombok Utara dengan sebelumnya melewati dahulu Danau Segara Anak.
Baca juga: 40 Persen Orang Rela Tak Berhubungan Intim demi Bisa Traveling Lagi
Sehingga ada istilah "kurang afdal" jika tidak melewati jalur Sembalun dan turun ke Senaru. Apakah hanya Gunung Rinjani saja yang ada di Desa Senaru itu? Jawabannya tidak, masih ada objek wisata lainnya yang bisa dikunjungi di desa pemekaran dari Desa Bayan tersebut.
Yakni, Air Terjun Sendang Gile, Air Terjun Tiu Kelep, sampai Kampung Adat Bayan. Melihat segudang objek wisata alam itu sehingga tidaklah mengherankan Desa Senaru termasuk dalam "Pengembangan Desa Wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika".
Gunung Rinjani (Okezone)
Sedikit gambaran, Air Terjun Sendang Gile memiliki ketinggian 31 meter. Sumber airnya tentunya berasal dari Gunung Rinjani. Benar-benar menyejukkan mata untuk beristirahat di objek wisata, dimana terdapat "berugak" (Bahasa Sasak) atau bale-bale di areal tersebut.
Untuk mencapai objek wisata ini, pengunjung harus menuruni "seribu" tangga. Lumayan untuk mengeluarkan peluh sekaligus berolahraga. Setelah sampai di dasar lembah, terlihatlah air terjun nan ciamik itu.
Sedangkan Air Terjun Tiu Kelep lebih eksotik lagi dengan banyaknya air terjun di satu lokasi di antara kerimbunan pepohonan. Nama Tiu Kelep sendiri dalam bahasa Indonesia, yakni, Air Terbang.
Baca juga: Wahana Emersia Water Park Hadir di Tanah Datar, Resmi Dibuka untuk Umum
Tinggi air terjun ini sekitar 40 meter. Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung harus melintasi jalan setapak sekitar 45 menit dari Air Terjun Sendang Gile.
Kampung Adat Bayan. Siapa yang tidak tahu kampung ini? Kampung ini bagian khusus masyarakat Suku Sasak dan dikenal sebagai pusat budaya tertua Pulau Lombok.
Kampung adat Bayan bisa terlihat saat akan memasuki pintu gerbang Gunung Rinjani dengan rumah tradisionalnya yang khas, seperti atap dari alang-alang dan bertembok bilik. Serta tidak lupa terdapat berugak.
Kampung adat Bayan juga memiliki masjid yang berusia ratusan tahun yang dikenal dengan nama Masjid Bayan Beleq.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki Desa Senaru seperti itu, menurut Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, tidak mengherankan desanya masuk dalam Pengembangan Desa Wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika.
Melihat potensi yang teramat besar itu, warga Desa Senaru tidak ingin menjadi tamu di tanahnya sendiri mengingat semua pengelolaan objek wisata itu saat ini dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sejak 2014 sehingga mereka menuntut untuk dikembalikan lagi.
"Tanah itu (obyek wisata) merupakan milik adat jadi harus dikembalikan kepada pemiliknya," kata Raden Akria.