Laporan mengatakan bahwa para ahli awalnya melihat kesan seperti daun setinggi 11 kaki di atas tanah, yang hampir menyatu dengan batu dan dapat dengan mudah disalahartikan sebagai seni cadas prasejarah.
Baca juga: Wisata Kuliner di Banda Aceh, Yuk Cicipi Sate Matang hingga Kue Timpan
Pada ahli berhasil menemukan jejak fosil yang biasanya terawetkan sebagai jejak negatif pada dasar lapisan batu pasir. Konon, specimen pertama dari fosil tersebut ditemukan di Australia Selatan.
Meskipun tempat perlindungan batu Bhimbetka telah ditemukan sekitar 64 tahun yang lalu, fosil Dickinsonia berhasil tetap tidak terdeteksi.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.