Advertisement
Advertisement

Hasil Uji Klinis: Vaksin Johnson & Johnson 66% Efektif Atasi Covid-19

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 30 Januari 2021 |17:22 WIB
Hasil Uji Klinis: Vaksin Johnson & Johnson 66% Efektif Atasi Covid-19
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

DALAM sebuah uji klinis internasional menghasilkan Vaksin Johnson & Johnson dengan dosis tunggal terbukti 66 persen efektif mengatasi covid-19. Kemudian menawarkan perlindungan penuh dari sakit parah dan kematian.

Hasil itu menjelaskan bahwa Vaksin Johnson & Johnson ampuh dalam satu dosis dan dapat disimpan di lemari es biasa. Sementara vaksin lain membutuhkan penyimpanan superdingin. Berarti vaksin covid-19 dari Johnson & Johnson ini dapat berperan penting di seluruh dunia.

Baca juga: Novavax Klaim Vaksinnya Punya Efikasi hingga 89% 

Namun ada pertanda bahwa vaksin yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Belgia, Janssen, tersebut kurang efektif melawan covid-19 jenis baru yang menyebar di Afrika Selatan.

Anak perusahaan Johnson & Johnson itu sedang mencari tahu apakah dosis kedua dapat memberi proteksi yang lebih kuat dan lebih lama. Perusahaan menargetkan untuk membuat 1 miliar dosis pada tahun ini. Inggris telah memesan 30 juta dosis, Amerika Serikat 100 juta, dan Kanada 38 juta.

Dikutip dari BBC, Sabtu (30/1/2021), Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, jika vaksin ini disetujui oleh lembaga regulator obat dan produk kesehatan Inggris (MHRA), maka bisa "sangat memperkuat" program vaksinasi di sana.

Hal penting ialah, tidak ada yang memerlukan perawatan di rumah sakit atau meninggal dunia karena virus corona setelah Vaksin Janssen diberikan dalam uji coba internasional.

Kabar ini datang tidak lama setelah Novavax mengumumkan bahwa vaksin mereka secara keseluruhan 89 persen efektif di Inggris dan 60 persen efektif di Afrika Selatan. Kedua vaksin baru tersebut perlu ditinjau oleh regulator sebelum dapat digunakan.

Baca juga: Jangan Takut Divaksin Covid-19, Ini Manfaatnya 

Sementara regulator obat di Uni Eropa (UE) telah mengizinkan penggunaan Vaksin AstraZeneca bagi warga berusia di atas 18 tahun.

Izin itu dikeluarkan di tengah perselisihan tentang komitmen pengadaan Vaksin AstraZeneca untuk blok tersebut yang membuat UE mengonfirmasi bahwa mereka akan memberlakukan kontrol ekspor pada vaksin covid-19 yang dibuat di wilayahnya.

UE telah menangguhkan bagian dari kesepakatan Brexit sehubungan dengan Irlandia Utara, karena kekhawatiran bahwa negara tersebut dapat menjadi pintu belakang bagi vaksin dari UE untuk dikirim ke Inggris.

Arlene Foster, pemimpin DUP dan menteri pertama Irlandia Utara, menyebut langkah tersebut sebagai "tindakan permusuhan yang luar biasa" oleh UE.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement