Tapi Diva masih yakin bahwa bapak-bapak itu duduk di kursi 22A tersebut dan berusaha meyakinkan seniornya.
“Pas kita udah mau mendarat, aku cekin lagi penumpangnya ternyata bapaknya duduk di sana. Di kursi 22A. Bapaknya tidur ke arah jendela. Sampai nempel ke jendela gitu. Karena saking geregetannya, aku bilang ke junior aku ‘tuh ada kok bapaknya tidur di situ, coba sana di cek’ karena junior aku juga penasaran. Tapi pas dia cek dia bilang ‘enggak kok mbak nggak ada orang’”
Diva mengaku geram sekali saat itu dan bersama-sama mengecek dengan juniornya namun hasilnya nihil.
Setelah selesai mendarat dan penumpang telah sepi. Diva melihat bapak-bapak berbaju batik merah hati itu lagi.
“Di situ aku lihat bapak yang tadi aku lihat sepanjang perjalanan berdiri dari kursi sebelah mana aku nggak tau itu nomer berapa. Tapi bapaknya napak di tanah. Terus bapaknya berdiri sambil ngelihat ke belakang. Ngelihat ke arah aku sambil senyum, tapi senyumnya itu tulus banget," kata Diva.
Setelah dicek bersama-sama oleh semua kru kabin, ternyata kursi nomor 22A itu kosong tak ada penumpang. Jadi siapa bapak-bapak berbaju batik itu?
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.