"(Maka) Digantilah dengan kata-kata distress yang dikatakan, yaitu Mayday," sambung Vincent.
Saat ini kata dia, SOS lebih seperti pengungkapan yang menunjukkan bahaya atau permintaan tolong. Susunan tiga huruf ini memang sangat cocok untuk sinyal bahaya karena dapat dibaca dari berbagai arah tanpa merubah artinya.
Lalu bagaimana SOS itu bisa muncul di Google Maps? Vincent mencoba memberikan pendapatnya terkait fenomena tersebut.
Baca juga: Penampakan Pramugari Berambut Panjang di Dapur Pesawat, Pilot Bilang Begini
"Google ini selalu terasosiasi dengan data. Bagaimanapun, ini adalah data yang diisi. Intinya, siapapun bisa add places di Google yang bisa diakses oleh semua orang," tuturnya.
Sebelum menutup videonya, vlogger berusia 36 tahun ini berharap agar orang-orang yang tidak berkepentingan maupun pengguna TikTok tidak memasukkan data yang belum jelas keabsahannya untuk diviralkan ke platform media sosial.
Tujuannya jelas, agar tidak menyesatkan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan informasi valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(Rizka Diputra)