Sore harinya, Sudarni dan suaminya, Zet Wadu mendapatkan kabar dari pemberitaan media pesawat yang ditumpangi putrinya los kontak dan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.
Pasangan suami istri itu pun sangat terpukul dengan nasib putrinya kelahiran 23 November 1998 itu. "Bapak dan ibu syok kemudian kami yang menghandel telepon," ujar Ginsir.
Mia baru sekitar tiga tahun bekerja di Sriwijaya Air. "Terakhir dia pulang ke rumah Agustus tahun lalu," ucap Ginsir.
Baca juga: Angela Tanoe: Mari Doakan Seluruh Penumpang dan Kru Pesawat Sriwijaya Air SJ182