“Penelitian lebih lanjut sedang digelar, meneliti sifat spesifik dari setiap perubahan dalam bagaimana virus mempengaruhi kelompok usia ini,” bunyi keterangan siaran media terkait temuan tersebut.
Menurut penelitan tersebut, tidak seperti Covid-19, B.1.1.7 ini kemungkinan lebih mungkin menginfeksi anak-anak. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Neil Ferguson, ilmuwan di Imperial College London dan penulis studi sejak Desember 2020.
Kala itu, Profesor Neil memperingatkan bahwa analisis awal mengisyaratkan bahwa virus corona jenis baru ini memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.
Baca juga: Gisel Pamer Tubuh Langsing di Instagram, Netizen: Makin Kencang Mantap!
“Jika itu benar, maka ini mungkin menjelaskan proporsi yang signifikan. Bahkan mungkin sebagian besar, dari peningkatan transmisi yang terlihat," kata Profesor Neil.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.