Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelompok Usia di Bawah 20 Tahun Paling Berisiko Kena Covid-19 Jenis Baru

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 06 Januari 2021 |12:46 WIB
   Kelompok Usia di Bawah 20 Tahun Paling Berisiko Kena Covid-19 Jenis Baru
Pandemi virus corona (Foto:Consumer Reports)
A
A
A

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun belum juga usai. Namun dunia sudah kembali dihadapkan dengan permasalahan baru yakni Covid-19 jenis baru.

Dikabarkan, varian virus korona baru yang ditemukan di Inggris ini bahkan sudah beredar di Amerika. Dengan adanya varian B.1.1.7 yang paling baru diidentifikasi di New York, pada seorang pria yang tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini.

 pakai masker agar terhindar dari Covid-19 jenis baru

Varian virus corona jenis baru ini sudah banyak disebutkan memang lebih menular daripada Covid-19. Mengutip New York Post, Rabu (6/1/2021), studi baru menunjukkan kelompok grup yang disebut yang paling berisiko tertular virus corona jenis baru tersebut adalah orang-orang yang berusia di bawah 20 tahun.

Studi di atas diketahui dilakukan oleh para peneliti di Imperial College London. Dalam penelitian ini ditemukan, bahwa kelompok orang yang berusia di bawah 20 tahun lebih cenderung membuat persentase kasus B.1.1.7 yang lebih tinggi atau yang diidentifikasikan dalam studi sebagai Variant of Concern (VOC).

Disebutkan lebih lanjut, data yang ada menunjukkan adanya pergeseran komposisi usia dari kasus yang dilaporkan dengan bagian yang lebih besar di bawah usia 20 tahun di antara VOC yang dilaporkan daripada kasus non-VOC.

Namun, para peneliti mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan mekanisme di balik perubahan ini. Dengan catatan bahwa hal itu bisa saja sebagian dipengaruhi oleh varian yang menyebar bertepatan dengan periode di mana lockdown diberlakukan tetapi sekolah tetap dibuka. Para peneliti pun sekarang masih meneliti lebih lanjut terkait hal ini.

“Penelitian lebih lanjut sedang digelar, meneliti sifat spesifik dari setiap perubahan dalam bagaimana virus mempengaruhi kelompok usia ini,” bunyi keterangan siaran media terkait temuan tersebut.

Menurut penelitan tersebut, tidak seperti Covid-19, B.1.1.7 ini kemungkinan lebih mungkin menginfeksi anak-anak. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Neil Ferguson, ilmuwan di Imperial College London dan penulis studi sejak Desember 2020.

Kala itu, Profesor Neil memperingatkan bahwa analisis awal mengisyaratkan bahwa virus corona jenis baru ini memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.

 Baca juga: Gisel Pamer Tubuh Langsing di Instagram, Netizen: Makin Kencang Mantap!

“Jika itu benar, maka ini mungkin menjelaskan proporsi yang signifikan. Bahkan mungkin sebagian besar, dari peningkatan transmisi yang terlihat," kata Profesor Neil.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement