Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkes Budi Kompak Lawan Virus Corona Varian Baru

Dinny Ayu Anggarda Paramitha , Jurnalis-Senin, 04 Januari 2021 |09:45 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkes Budi Kompak Lawan Virus Corona Varian Baru
Menparekraf Sandiaga Uno diskusi bersama Menkes Budi. (Foto: YouTube sandiunotv)
A
A
A

Dalam diskusi tersebut, Menkes BGS memaparkan bagaimana varian baru Covid-19 menyebar lebih cepat. Menkes Budi menjelaskan bahwa virus tersebut terbentuk dari kumpulan protein-protein n, e, dan m, serta protein s yang ada di tanduk atau mahkota virus tersebut.

"Di dalam protein-protein banyak amino acid, komponen di dalam protein yang membentuk protein ini, dan itu yang membuat berubah-ubah", jelas Menkes Budi Sadikin.

Baca Juga: Program Duta Wisata Mampu Tekan Penyebaran Covid-19, Kok Bisa?

Menkes Budi juga mengatakan tentang dampak yang dapat dialami bila seseorang terinfeksi virus corona varian baru. Antara lain menjadi lebih cepat menular, tidak lebih mematikan, dan varian baru ini tetap dapat dideteksi dengan alat yang ada sekarang yaitu swab antigen atau swab PCR.

Namun, varian baru ini tidak dapat dideteksi mutasinya, akan tetapi orang yang dideteksi terjangkit virus ini dapat dihambat dengan vaksin yang ada sekarang.

Lalu, adakah virus corona varian baru ini di Indonesia? Menkes BGS menjawab bahwa sejauh ini secara konservatif belum teridentifikasi.

"Kalau di Indonesia saya bilang, conservatively belum teridentifikasi," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena Indonesia belum rutin dan disiplin melakukan genome sequencing. Proses genome sequencing adalah pengambilan sampel dari orang yang menderita Covid-19, lalu dideteksi mutasinya.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement