MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berdiskusi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang virus corona varian baru. Banyak hal menarik didapatkan, termasuk penerapan protokol kesehatan ketat di tempat wisata.
Menparekraf Sandiaga membagikan diskusi tersebut di akun media sosial Instagram @sandiuno. Lewat unggahannya tersebut, Menparekraf Sandi dan Menkes BGS berdiskusi bagaimana perkembangan virus corona varian baru tersebut hingga protokol kesehatan yang diterapkan dalam tempat-tempat wisata di Indonesia.
Sebelumnya diketahui, virus corona varian baru yang ditemukan di Inggris kini menjadi sorotan. Pasalnya mutasi yang ada dalam Covid-19 ini disebut lebih cepat menular dari yang sebelumnya.
Baca Juga: Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan Wisata, Syaratnya Ketat

Varian baru yang dinamakan B1117 dinilai sebesar 71% kecepatan penularannya. Bukti penularan tersebut dilihat dari kenaikan kasus Covid-19 di Inggris yang meningkat sebanyak 90% hanya dalam 2 minggu.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini membidangi sekitar 30 juta lapangan pekerjaan. Penurunan drastis mata pencaharian dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Masalah tersebut mendorong Menparekraf Sandiaga Uno untuk meyakinkan Menkes Budi Sadikin agar mendukung segala inovasi yang dilakukan. Demi membangkitkan tempat wisata untuk bertahan dan juga beradaptasi menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.
"Kita juga akan beradaptasi supaya protokol kesehatannya secara disiplin bisa memutus mata rantai Covid-19. Dan kita akan bangkit, ekonomi kita menyelamatkan jutaan lapangan kerja, malah bisa menjadi kesempatan kita mencari peluang, dan menghasilkan, atau mencetak pemenang," ucap Menparekraf Sandiaga Uno.
Dalam diskusi tersebut, Menkes BGS memaparkan bagaimana varian baru Covid-19 menyebar lebih cepat. Menkes Budi menjelaskan bahwa virus tersebut terbentuk dari kumpulan protein-protein n, e, dan m, serta protein s yang ada di tanduk atau mahkota virus tersebut.
"Di dalam protein-protein banyak amino acid, komponen di dalam protein yang membentuk protein ini, dan itu yang membuat berubah-ubah", jelas Menkes Budi Sadikin.
Baca Juga: Program Duta Wisata Mampu Tekan Penyebaran Covid-19, Kok Bisa?
Menkes Budi juga mengatakan tentang dampak yang dapat dialami bila seseorang terinfeksi virus corona varian baru. Antara lain menjadi lebih cepat menular, tidak lebih mematikan, dan varian baru ini tetap dapat dideteksi dengan alat yang ada sekarang yaitu swab antigen atau swab PCR.
Namun, varian baru ini tidak dapat dideteksi mutasinya, akan tetapi orang yang dideteksi terjangkit virus ini dapat dihambat dengan vaksin yang ada sekarang.
Lalu, adakah virus corona varian baru ini di Indonesia? Menkes BGS menjawab bahwa sejauh ini secara konservatif belum teridentifikasi.
"Kalau di Indonesia saya bilang, conservatively belum teridentifikasi," ungkapnya.
Menurutnya, hal ini terjadi karena Indonesia belum rutin dan disiplin melakukan genome sequencing. Proses genome sequencing adalah pengambilan sampel dari orang yang menderita Covid-19, lalu dideteksi mutasinya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.