Kebutaan pada pasien Diabetes Mellitus atau Retinopatik Diabetik jadi komplikasi nomor tiga paling banyak dialami pasien di Indonesia. Risiko gangguan mata ini terjadi minim gejala dan karena itu banyak pasien datang ke dokter dengan kondisi lanjut.
"Lebih dari 60 persen pasien Diabetes Mellitus memiliki gangguan penglihatan yang disebabkan berbagai kelainan seperti Katarak, kelainan refraksi, Glaukoma, Diabetik Retinopati, dan yang lainnya," terang Dokter Spesialis Mata dr Yeni D. Lestari, SpM(K), dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, belum lama ini.

Sayangnya, sambung dr Yeni, fakta di lapangan ditemukan banyak pasien yang tidak memeriksakan matanya karena belum memiliki keluhan atau tidak sempat periksa mata karena harus berobat untuk komplikasi Diabetes Mellitus (DM) lainnya.
Padahal, ketika pasien sudah mengalami masalah di mata, itu akan menurunkan kualitas hidup pasien dan menjadi beban keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
"Pemeriksaan atau skrining mata pada pasien DM sangat penting untuk mencegah kebutaan dan harus menjadi bagian dari layanan rutin yang disediakan fasilitas kesehatan terutama di faskes primer," tambah dr Yeni.