Pacarmu bukan orang yang baik, apalagi kalau dia cenderung toxic. Dia yang sering meruntuhkan harga dirimu agar kamu tetap berada dalam hubungan ini.
Ingatlah selalu bahwa dirimu itu berharga setiap hari. Kamu benar-benar layak untuk mendapatkan yang lebih baik. Kamu berani meninggalkannya demi kesehatan mental dan fisikmu sendiri.
2. Bangun sistem pendukung
Alih-alih berfokus pada pacarmu, fokuslah pada dirimu sendiri sambil membangun sistem pendukung yang kamu butuhkan saat mengambil risiko. Penelitian menunjukan bahwa dukungan dari keluarga dan teman selama masa sulit dapat menurunkan tekanan psikologis. Dukungan mereka memudahkan kamu untuk meninggalkan pacar toxic-mu dan melanjutkan hidup.
3. Tegaslah pada keputusanmu
Putus cinta memang sulit, tidak peduli keadaannya. Mungkin kamu akan merindukan saat-saat kalian bersama, namun percayalah kamu akan bahagia setelah berpisah dengan pacar toxic itu.