KETIKA memasuki pergantian musim, banyak penyakit yang mengintai kesehatan manusia. Oleh sebab itu disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga lingkungan yang sehat dan bersih, sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit musim pancaroba.
Saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan, ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang Anda dan keluarga. Anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi golongan yang rawan mengalami infeksi virus pada saat musim pancaroba.
Merangkum dari Window of World, Sabtu (10/10/2020) berikut lima penyakit yang biasa menyerang manusia saat musim pancaroba.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada musim pancaroba terutama awal musim hujan kasus DBD meningkat di berbagai daerah. Pada 2014 kasus DBD ditemukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini kemungkinan karena virus dengue dapat bertahan hidup di iklim tropis dan berkembang lebih banyak pada musim hujan.
DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bercak pada kulit, hingga pendarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Komplikasi dari DBD yaitu pendarahan hebat, syok, dan kematian.
2. Chikungunya
Chikungunya mirip dengan demam berdarah. Demam tinggi dan nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, mual, ruam, dan kelelahan menjadi gejala dari penyakit ini. Umumnya, gejala ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Pada orang lanjut usia (Lansia) yang memiliki riwayat penyakit lain (Komorbid) atau bayi baru lahir, penyakit ini memiliki gejala yang lebih parah.
Meski jarang mengakibatkan kematian, gejala yang parah bisa menyebabkan kelumpuhan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan yang dapat membantu meredakan demam dan nyeri sendi. Cukup istirahat dan banyak mengonsumsi air putih dapat mencegah penyakit ini.
3. Influenza
Virus influenza atau flu banyak terjadi pada musim hujan. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu bisa sembuh dengan sendirinya dan masuk dalam kategori Self Limited Disease. Namun pada balita, dan lansia di atas 65 tahun, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.
Anda hanya perlu istirahat yang cukup dan banyak mengonsumsi air putih untuk meredakan gejala flu yang diderita. Dokter akan merekomendasikan obat antivirus untuk mengobati masuk angin. Sedangkan untuk mencegah infeksi virus influenza, maka vaksinasi bisa dilakukan dan diulang setiap tahun.

Baca juga: Survei: 32% Anak Perempuan Alami Kekerasan di Media Sosial