Perkembangan dunia batik di Indonesia memperlihatkan kemajuan. Semakin banyak jenis batik yang ada di pasaran.
Jika di awal terciptanya batik hanya dibuat melalui proses lukis tulis, kemudian berkembang ke batik cap, kini sangat masif yang namanya batik printing. Teknologi memiliki peranan penting di dalam proses terciptanya batik printing.
Tapi, kehadiran batik printing tidak begitu mulus. Ya, bagi beberapa orang, batik printing tidak bisa disebut sebagai koleksi batik. Hal itu juga yang disampaikan oleh Desainer Novita Yunus.
"Kalau menurut saya, yang namanya batik printing itu bukan koleksi batik, melainkan hanya pabric bermotif batik," katanya dalam sesi Talkshow di Instagram Live, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga : Padu Padan Edgy Style Pakai Batik ala Dian Sastro, Dijamin Kece!
Kenapa disebut sebagai pabric bermotif batik, kata Novita Yunus, karena tidak ada yang namanya proses di dalam pembuatan batik printing. Maksudnya, yang namanya batik itu ada yang namanya proses melukis, menambahkan lilis, mewarnai, hingga kain batik jadi.
"Kalau printing, ya, menempatkan motif batik di atas kain. Sudah begitu saja," tegas Founder of Batik Chic itu.