Pemerintah tengah gencar mensosialisasikan kebijakan New Normal sebagai langkah percepatan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Sayangnya, kebijakan ini masih belum dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk para traveler.
Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Reslinda Puspita, seorang travel blogger asal Bengkulu. Menurutnya, meski kebijakan new normal ini memungkinkan sejumlah daerah membuka kembali destinasi wisatanya, namun ada efek domino yang akan dirasakan oleh wisatawan.

"Buat saya pribadi untuk urusan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tanyan itu enggak ada masalah. Tapi pasti kan ada administrasi dan birokrasi yang harus kita urus, dan itu pasti membutuhkan biaya tambahan," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Rabu (17/6/2020).
Linda menambahkan, ini terkait syarat-syarat bagi wisatawan yang hendak melancong ke luar daerah. Misalnya warga DKI Jakarta yang ingin berlibur ke Bali.