Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2020 |13:24 WIB
Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk
Ilustrasi (Foto : Wwhealth)
A
A
A

Bentol

Hal ini bisa terjadi karena nyamuk betina meninggalkan benjolan di kuliy ketika mereka menghisap darah. Pada umumnya, gigitan nyamuk tidak lebih berbahaya daripada gigitan kutu kucing. Tetapi, pada orang dengan sistem kekebalan rendah, ini bisa jadi bahaya.

Penyakit akibat gigitan nyamuk yang paling sering terjadi ialah demam berdarah. Risiko paling rendahnya hanya sebatas sakit kepala yang terasa begitu memusingkan.

Untuk mengobati gigitan nyamuk, Anda bisa menyuci area yang digigit dengan air hangat dan sabun. Jika gatal terus terjadi dan sangat mengganggu, Anda bisa balur minyak hangat atau juga kompres air es. Jika diperlukan, bisa meminum antihistamin.

So, mulai sekarang Anda sebagai orangtua mesti lebih sadar dengan hal seperti ini agar si buah hati tidak mengalami kondisi keparahan sampai akhirnya menggangu kesehatannya. Jangan sepelekan gigitan apapun karena ada risiko di baliknya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement