Namun tak hanya sosok Ann dan Anna Jarvis, adanya Hari Ibu juga didukung pula oleh penulis puisi dan aktivis perempuan asal Boston, Julia Ward Howe. Pada tahun 1870, Julia menuliskan 'Mother’s Day Proclamation,', atau Proklamasi Hari Ibu, yakni seruan untuk bertindak yang meminta para ibu untuk bersatu dalam mengkampanyekan perdamaian dunia, sesaat setelah terjadinya Perang Perancis-Prusia yang memakan banyak korban.
Sekarang, berabad-abad setelah pertama kali diresmikan, peringatan Hari Ibu Sedunia dirayakan di seluruh dunia dengan tradisi yang berbeda-beda di tiap negara. Jika di Amerika biasanya di dirayakan dengan memberikan hadiah dan bunga kepada ibu, berbeda dengan di Ethiopia, yang perayaannya dilakukan dengan kumpul keluarga untuk menyanyikan lagu-lagu dan makan-makan di pesta besar, sebagai bagian dari Antrosht, perayaan berhari-hari untuk menghormati ibu.
Namun apapun bentuk perayaannya, seperti tujuan awalnya, Hari Ibu hadir untuk mengakui kontribusi kaum ibu. Demikian seperti diwarta History dan Nationalwomenshistoryalliance, Minggu (10/5/2020).
(Dyah Ratna Meta Novia)