Jenis yang lebih agresif dan mematikan ditemukan kebanyakan pada tahap awal wabah di Wuhan, China, di mana virus pertama kali muncul.
Di sisi lain, para peneliti Los Alamos, dengan bantuan para ilmuwan di Universitas Duke dan Universitas Sheffield Inggris, mampu menganalisis ribuan rangkaian virus korona yang dikumpulkan oleh Global Initiative for Sharing All Influenza, sebuah organisasi yang mempromosikan pembagian data secara cepat dari semua virus influenza dan virus corona.

Hingga saat ini, para peneliti telah mengidentifikasi 14 mutasi. Menjadi penekanan dalam studi ini ialah mutasi virus corona ini berdampak pada protein yang melonjak, mekanisme multifungsi yang memungkinkan virus masuk ke inang. Penelitian ini didukung oleh Dewan Penelitian Medis, Institut Nasional Penelitian Kesehatan, dan Genome Research Limited.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.