VIRUS corona yang muncul di Wuhan, China, telah bermutasi dan jenis baru yang menyebar luas di Amerika ini dikatakan lebih mudah menular dibanding sebelumnya. Studi terkait ini dilaporkan peneliti di Los Alamos National Laboratory.
Virus corona mulai menyebar di dataran Eropa dan Amerika dimulai pada Februari 2020. Kemudian, virus ini diketahui bermutasi dengan mudah dan menjadi ancaman baru mulai dari Maret 2020. Bahkan, peneliti mengatakan, jika tak segera dimusnahkan, virus ini akan terus bermutasi dan membatasi efektivitas vaksin virus corona yang tengah dikembangkan para peneliti di seluruh dunia.

Menyiasati adanya risiko ini, beberapa peneliti vaksin telah menggunakan urutan genetik virus yang diisolasi oleh otoritas kesehatan di awal wabah. "Ini adalah sesuatu yang buruk," kata Bette Korber, seorang ahli biologi komputasi di Los Alamos, menurut laporan CNBC.
"Tapi tolong jangan berkecil hati dengan itu," lanjutnya. "Tim kami di LANL dapat mendokumentasikan mutasi ini dan dampaknya pada penularan hanya karena upaya global yang besar dari pihak-pihak klinis dan kelompok eksperimen, yang membuat urutan baru virus (SARS-CoV-2) di komunitas lokal mereka secepat mungkin," tambahnya.