Asisten Profesor Klinis Touro College of Medicine New York, dr. Niket Sonpal, mengatakan rata-rata orang yang berbelanja menggunakan sarung tangan, mungkin tidak memiliki pengalaman dalam membuang sarung tangan dengan baik.
"Di sekolah kedokteran, kami menghabiskan seluruh pelajaran tentang cara mengenakan sarung tangan dan melepasnya," ujar Sonpal
Perawat dan dokter dilatih tentang cara melepas sarung tangan dengan benar. Caranya dengan menjepit sarung tangan di pergelangan tangan, dan membalikkannya keluar sambil menariknya dari tangan dan melepaskan yang berikutnya.
Dengan cara ini tangan seseorang tidak akan pernah menyentuh sisi luar dari sarung tangan. Meskipun petugas kesehatan membutuhkan sarung tangan untuk merawat pasien dengan aman dan melindungi diri mereka sendiri, tapi masyarakat tidak perlu menggunakannya untuk berbelanja.

Pada akhir-akhir ini, banyak masyarakat mengotori sarung tangan mereka yang sudah dibuang. Menurut Roberts kondisi ini berpotensi untuk mempermudah penyebaran virus jika orang lain menyentuh sampah.
Kedua pakar tersebut mengatakan, sarung tangan menawarkan rasa aman yang palsu. Hal ini justru dapat membuat orang menjadi lebih ceroboh.
“Saya berada di Trader Joe's, dan saya melihat banyak orang mengenakan sarung tangan, tetapi mereka menyentuh kunci, kereta, makanan dan wajah mereka,” kata Sonpal.
Orang-orang akan menyentuh segalanya dengan berpikir sarung tangan dapat melindungi mereka. Tetapi sarung tangan itu sendiri akan menjadi kotor dan itu menyebabkan lebih banyak penyebaran virus.
CDC merekomendasikan beberapa cara yang masuk akal untuk membatasi paparan virus corona ketika hendak berbelanja ke toko kelontong, supermarket atau pasar.
Siapkan daftar belanjaan untuk menghindari belanja tanpa tujuan dan untuk mengurangi waktu Anda dalam berbelanja. Setelah Anda di sana, jaga jarak enam kaki atau sekira 1,8 meter dari orang lain.
Jika Anda memiliki opsi pembayaran tanpa sentuhan, seperti Apple Pay, atau lainnya, maka lebih baik menggunakan itu. Cobalah untuk pergi di luar jam kerja, seperti pagi atau malam hari, dimana toko atau supermarket cenderung lebih sepi.
Hal paling penting adalah cuci tangan Anda setelah bepergian ke toko grosir. Food and Drug Administration mengatakan kebiasaan masyarakat untuk mendesinfektan bahan makanan, itu juga terlihat berlebihan. Para ahli sepakat bahwa sabun dan air sama efektifnya dengan desinfektan.
“Hand Sanitizer dapat mengeringkan kulit Anda dan menyebabkan retak serta pecah pada permukaan, yang memungkinkan semua jenis bakteri dan virus untuk masuk,” kata Roberts.
Bagi mereka yang masih bersikeras mengenakan sarung tangan, para ahli menyarankan untuk mencuci tangan setelah melepas sarung tangan. Hal ini bertujuan untuk membasmi kuman apa pun yang mungkin masih ada di kulit.
Mencuci sarung tangan bekas pakai juga tidak akan membantu. Tergantung pada sabun yang Anda gunakan. Sabun hanya akan membuatnya permukaan sarung tangan menjadi lebih rusak,” kata Sonpal.
Ia mengimbau masyarakat untuk berpikir secara rasional sebelum mereka menyebarkan virus menggunakan sarung tangan.
“Meskipun itu memberi Anda rasa aman. Tapi secara ilmiah, itu tidak membantu,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.