Awalnya, seperti pasien corona COVID-19, pada umumnya gejala yang dialami oleh wanita 65 tahun tersebut ialah batuk kering, sakit tenggorokan, radang selaput lendir di hidung, dan mata memerah. Setelah itu, tak lama ia dinyatakan positif terkena virus corona SARS-CoV-2. Beberapa hari kemudian, dia juga menderita demam, mual dan muntah.
Para petugas medis kemudian diketahui melakukan tes pemeriksaan mata, eye swab terhadap sang pasien. Kemudian dari tes tersebut, ditemukan bahwa ada materi genetik dari virus corona di matanya.
“RNA SARS-CoV-2 terdeteksi dengan eye swab, setelah sebelumnya tidak terdeteksi melalui swab hidung. Kami menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat mengandung virus infeksi, dan karena itu bisa menjadi sumber infeksi yang potensial," terang peneliti dalam laporan yang dipublikasikan pada 17 April dalam Annals of Internal Medicine.
Temuan ini juga menyoroti pentingnya melakukan upaya pencegahan. Seperti menghindari menyentuh hidung, mulut, dan mata dan harus sering mencuci tangan.