VENTILATOR menjadi salah satu yang esensial dalam penanganan dan perawatan para pasien positif COVID-19. Dengan catatan, pasien COVID-19 tersebut memang memiliki kondisi kritis.
Lebih dari setengah orang yang tertular corona COVID-19 diketahui hanya menderita gejala ringan seperti demam, batuk dan sakit kepala dan sembuh dengan cepat. Kondisinya menjadi kritis, terjadi pada pasen yang memang sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu, penyakit kronis, masalah pernapasan atau gangguan paru-paru lainnya.

Pasien corona COVID-19 yang memiliki kondisi kritis, membutuhkan ventilator agar bisa bernafas dengan baik dan normal, untuk bisa bertahan hidup dan sembuh. Inilah kenapa ventilator sering dianggap sebagai life support atau penyokong kehidupan, karena membantu pasien bernapas secara mekanis, ketika paru-paru mereka sendiri tidak mampu untuk memompa udara yang masuk dan yang keluar.
Tapi di sisi lain, selain memiliki sederet nilai plus, pemakaian ventilator pada pasien COVID-19 juga mempunyai sederet risiko. Apa saja manfaat dan dan risiko pemakaian ventilator pada pasien positif COVID-19? Menyitat Boldsky, Selasa (7/4/2020) berikut uraian singkatnya di bawah ini.
Manfaat:
1. Mengurangi stres bernafas pada pasien, sehingga memungkinkan pasien untuk mengendurkan otot-otot pernapasan.
2. Memberikan waktu kepada pasien untuk pulih.
3. Membantu sistem pernapasan untuk kembali normal.
4. Pemakaian ventilator, membuat oksigen yang cukup bisa didapatkan oleh pasien. Sekaligus pelepasan karbon dioksida.
5. Pemakaian ventilator pada pasien COVID-19 yang kritis juga disebutkan dapat membantu mencegah cedera akibat aspirasi.
6. Menjaga jalan napas yang stabil bagi pasien ketika sakit kritis, yang membuat biasanya pasien tidak bisa bernapas dengan benar.
Risiko:
1. Pemakaian ventilator pada pasien, bukan tanpa risiko. Risiko tetap ada, pertama risiko seperti terjadinya kebocoran kecil. Tiap kebocoran kecil yang terjadi di sekitar masker ventilasi, dapat menyebabkan tetesan (droplet) menyembur keluar dan menginfeksi orang di sekitarnya.
2. Risiko kedua ialah, disebutkan tabung ventilator sendiri sebetulnya memungkinkan infeksi lain masuk ke paru-paru pasien.
3. Kerusakan paru-paru, yang terjadi karena inflasi atau pembukaan mendadak dan relaksasi alveoli kecil.
4. Terakhir, ventilator juga memiliki risiko dapat meningkatkan waktu kematian. Bahkan jika ada sedikit kesempatan bagi pasien untuk pulih.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.