Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APD Menipis, CDC Perbolehkan Tenaga Medis AS Pakai Syal Tangani Pasien Covid-19

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2020 |15:50 WIB
APD Menipis, CDC Perbolehkan Tenaga Medis AS Pakai Syal Tangani Pasien Covid-19
APD di AS menipis (Foto : LA Times)
A
A
A

Seiring meningkatnya jumlah kasus virus corona dan penyakit COVID-19, sejumlah negara kini mulai kehabisan persediaan Alat Pelindung Diri (APD). Tak terkecuali Amerika Serikat.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah memperbarui protokol kebijakannya. Mereka mengatakan, dalam kondisi krisis seperti saat ini, para tenaga medis diperbolehkan memakai bandana dan syal untuk melindungi wajah mereka saat merawat pasien positif corona.

Rekomendasi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan bagi para profesional medis. Bukan tanpa alasan, sampai sekarang tidak ada bukti nyata bahwa bandana dan syal dapat melindungi seseorang dari paparan virus. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Celine Gounder, epidemiolog dan asisten klinis di New York University.

"Walaupun syal atau bandana dapat membantu mencegah orang sakit menularkan infeksi virus corona kepada orang lain, namun tetap saja tidak aman untuk para petugas kesehatan bila mengandalkan benda ini sebagai alat pelindung diri," tegas Celine kepada Business Insider, seperti dikutip Okezone, Selasa (24/3/2020).

Masker

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement