Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Bisa Solo, Atasi Stunting Harus Keroyokan

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |19:30 WIB
Tak Bisa <i>Solo</i>, Atasi <i>Stunting</i> Harus Keroyokan
Ilustrasi. (Nursingschool)
A
A
A

Stunting, ucap Supriyantoro, tidak hanya dialami keluarga prasejahtera. Stunting rupanya juga dapat dialami keluarga yang mampu. Akibatnya, kata dia, stunting tidak hanya menganggu pertumbuhan fisik, melainkan perkembangan otaknya juga terganggu.

Supriyantoro menyebut, persoalan stunting tidak bisa dipandang sepele. Anak dengan kondisi stunting cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.

Ketika anak gagal tumbuh, perkembangan fisik dan kognitifnya pun terpengaruh. Akibatnya, tingkat kecerdasannya menurun dan anak jadi mudah sakit. Di masa dewasa, produktivitas mereka juga menurun, sehingga kesulitan untuk bersaing.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement