Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Bisa Solo, Atasi Stunting Harus Keroyokan

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |19:30 WIB
Tak Bisa <i>Solo</i>, Atasi <i>Stunting</i> Harus Keroyokan
Ilustrasi. (Nursingschool)
A
A
A

UPAYA pencegahan dan penurunan angka stunting di Indonesia harus melibatkan banyak kalangan. Pemerintah memang berperan aktif, begitu juga dengan masyarakat.

Stunting adalah masalah kurang gizi dan nutrisi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari standar anak seusianya. Anak-anak dapat mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, seperti lambat berbicara atau berjalan, hingga sering mengalami sakit.

stunting

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Indonesia sendiri, kata dia, merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement