SETIAP hubungan pasti memiliki pasangan surut, tidak terkecuali ketika sudah menikah. Tapi, dalam sebuah pernikahan, Anda tidak boleh takut jika mengalami masa-masa krisis hubungan.
Penulis Robert Stevenson pernah berkata, Pernikahan adalah satu percakapan panjang, yang cepat atau lambat akan mengalami masa krisis seiring berjalannya waktu.
Ketika menghadapi masa krisis, pasangan akan mencapai tingkat baru dalam suatu hubungan mereka, dan akan menemukan cara baru untuk dapat bahagia pada satu sama lain.
Ini mungkin bisa saja menjadi pertanda bahwa hubungan Anda akan sedang berkembang, dan akan melanjutkan ke masa-masa serius. Yang utama adalah mencari cara keluar dari masa kesulitan tersebut, buktikanlah bahwa apa yang kita ucapkan kala menikah bukan omong kosong belaka.
Ada beberapa masa-masa krisis pernikahan, seperti dilansir dari brightside, Sabtu (29/02/2020), berikut ulasannya.

Setahun pertama pernikahan: Tahap realisasi
Rita DeMaria, seorang terapis pernikahan dan keluarga telajh menyatakan bahwa krisis pernikahan pada tahun pertama hanya bentuk "tahap realisasi". Biasanya ini terjadi setelah 6-12 bulan hidup bersama.
Pesona pertama jatuh cinta akan hilang karena dari beberapa faktor, kemudian Anda mulai melihat pasangan Anda seperti apa adanya dengan beberapa kelemahan mereka.
Baverly Hayman, seorang psikolog mengatakan bahwa sebelum menikah, alangkah baiknya Anda untuk melakukan pembahasan masalah serius seperti keuangan, anak-anak, waktu luang, dan lainnya.
Mulailah Anda untuk berbicara jujur tentang nilai dan prioritas Anda. Maka, penting bagi Anda untuk mencapai kesepakatan segala hal yang akan Anda jalani dengan pasangan Anda.