Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manfaat dan Pentingnya Detoks Media Sosial Demi Kesehatan Mental

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 23 Februari 2020 |10:06 WIB
Manfaat dan Pentingnya Detoks Media Sosial Demi Kesehatan Mental
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

Banyaknya kasus cyber bullying di media sosial menyadarkan kita bahwa platform digital yang satu ini harus digunakan dengan bijak. Bukan tanpa alasan. Data menunjukkan, 70% orang Indonesia diklaim telah keranjingan bermain media sosial dengan durasi waktu lebih dari 4 jam sehari.

Bahkan, 21% di antaranya menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari. Tak heran bila saat ini, media sosial dihiasi oleh kasus-kasus bullying yang meramaikan lini masa hingga munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, serta menjaga kesehatan mental dan psikologis, Emotional Healing & Mindfulness Expert Adjie Santosoputro menyarankan agar para pecandu media sosial melakukan detoksifikasi atau detoks media sosial.

Adjie tidak memungkiri bahwa saat ini kebanyakan manusia modern telah terpapar teknologi. Bahkan, media sosial yang dinilai memberikan banyak manfaat, pada kondisi tertentu malah dapat membuat penggunanya kebingungan.

Main Hp

Bila sudah demikian, respons yang sering diambil oleh para pengguna cenderung apatis dan agresif. Mereka jadi lebih mudah emosi, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, hingga tidak bisa tidur nyenyak. Pada kondisi inilah seseorang dinilai harus melakukan detoks media sosial.

"Kalau memang dirasa sudah terlalu berlebihan, itu tandanya perlu detoks media sosial," tutur Adjie Santosoputro saat ditemui Okezone, belum lama ini.

Namun perlu digaris bawahi bahwa, proses detoks sosial media sendiri tidak bisa dilakukan secara instan. Harus melalui proses dan tahapan-tahapan tertentu.

Tujuannya adalah untuk mencegah efek yoyo diet yang justru membuat seseorang mengalami kecanduan lebih dalam, meski telah berupaya melakukan tindakan preventif.

"Itulah pentingnya mindfulness atau mengolah pikiran dan tubuh di tempat dan waktu yang sama secara bersamaan. Karena detoks media sosial itu bukan untuk membenci, tetapi bagaimana supaya kita tidak berlebihan menggunakannya," timpal Adjie.

Cara detoksifikasi sosial media bisa dilakukan dengan berbagai tahapan. Pertama, mengurangi satu per satu akun media sosial secara bertahap. Cara ini dinilai lebih ampuh dibanding menghapus seluruh akun media sosial secara bersamaan yang pada akhirnya malah membuat Anda jauh lebih kecanduan dari sebelumnya.

Meditasi

Kedua, lakukanlah meditasi atau berdiam diri setidaknya 5 menit sehari. Adjie menyarankan agar proses ini dilakukan pada pagi hari, terutama bagi mereka yang baru mulai mencoba cara tersebut.

"Kita itu lebih suka kepo kehidupan orang lain, tapi lupa ngepoin diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita tidak pernah berbincang atau berusaha menginterview diri sendiri. Padahal ini penting untuk menimbulkan ketenangan batin dan mindfulness, serta mencegah dari masalah kesehatan mental," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement