Prof Soehartati pun memberikan contoh paling sederhana, tentang penanganan pada pasien kanker payudara. Menurutnya, pengobatan kanker payudara membutuhkan penanganan yang cukup panjang.
Bahkan, bila pasien telah dinyatakan sembuh, masih harus melakukan pengecekan secara rutin, seumur hidupnya. Kalau tidak didukung fasilitas memadai, serta tenaga ahli yang handal bisa berdampak buruk.
"Kanker payudara itu kalau kecil bisa diangkat dulu. Tapi setelah diangkat (tergantung hasil pH-nya) harus dilihat lagi, apakah pasien perlu diradiasi atau tidak. Ini juga tergantung lokasi, ukuran, dan kelenjar getah beningnya," ucap Prof Soehartati.
Namun sering kali, pasien memerlukan tindakan radiasi dan terapi sistemik atau hormonal hingga kemoterapi. Dalam arti lain, meski kanker panyudara sudah berhasil diangkat, bukan berarti semua masalah telah selesai.
Untuk menentukan sembuh atau tidaknya pasien kanker, para dokter harus mengikuti guidelines of evidence yang berdasarkan pada pembuktian. Di setiap rumah sakit punya pedoman yang sudah ditentukan.
"Kita punya pedoman nasional penanganan medik untuk kanker. Harusnya di manapun pasien kanker berada, harus ditangani dengan standar yang sama," ucapnya.
"Tapi kembali lagi, tidak semua daerah memiliki fasilitas dan tenaga medis yang mumpuni. Jadi kalau ditanya perlukah pusat pelayanan kanker di daerah, jawabannya harus!," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)