Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Kanker Sedunia, Penanganan Pasien di Daerah Belum Mumpuni

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 06 Februari 2020 |18:52 WIB
Hari Kanker Sedunia, Penanganan Pasien di Daerah Belum Mumpuni
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

PENANGANAN pasien kanker diklaim masih belum maksimal. Misalnya saja dari fasilitas dan tenaga ahli yang tidak menjangkau semua kalangan.

Padahal, menurut ahli, kanker merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Data Globocan (2018) menyebutkan terdapat 18,1 juta kasus baru, dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian.

Ahli dan Pemerhati Kanker, Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, memaparkan, hingga saat ini, fasilitas penunjang pengobatan kanker di Indonesia belum tersedia secara merata. Khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

ilustrasi

"Setiap daerah harus punya pelayanan kanker terpadu yang salah satu kegiatannya adalah pelayanan multi disiplin. Karena itu kan bukan penyakit yang bisa diselesaikan oleh satu dokter," ucapnya saat ditemui di RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020).

Berbeda halnya dengan beberapa kota besar, yang diketahui telah memenuhi standar dan mampu menangani beragam jenis kanker. Prof Soehartati meminta pemerintah untuk segera mendirikan pelayanan kanker terpadu, demi menanggulangi penyakit tersebut.

Prof Soehartati pun memberikan contoh paling sederhana, tentang penanganan pada pasien kanker payudara. Menurutnya, pengobatan kanker payudara membutuhkan penanganan yang cukup panjang.

Bahkan, bila pasien telah dinyatakan sembuh, masih harus melakukan pengecekan secara rutin, seumur hidupnya. Kalau tidak didukung fasilitas memadai, serta tenaga ahli yang handal bisa berdampak buruk.

"Kanker payudara itu kalau kecil bisa diangkat dulu. Tapi setelah diangkat (tergantung hasil pH-nya) harus dilihat lagi, apakah pasien perlu diradiasi atau tidak. Ini juga tergantung lokasi, ukuran, dan kelenjar getah beningnya," ucap Prof Soehartati.

Namun sering kali, pasien memerlukan tindakan radiasi dan terapi sistemik atau hormonal hingga kemoterapi. Dalam arti lain, meski kanker panyudara sudah berhasil diangkat, bukan berarti semua masalah telah selesai.

Untuk menentukan sembuh atau tidaknya pasien kanker, para dokter harus mengikuti guidelines of evidence yang berdasarkan pada pembuktian. Di setiap rumah sakit punya pedoman yang sudah ditentukan.

"Kita punya pedoman nasional penanganan medik untuk kanker. Harusnya di manapun pasien kanker berada, harus ditangani dengan standar yang sama," ucapnya.

"Tapi kembali lagi, tidak semua daerah memiliki fasilitas dan tenaga medis yang mumpuni. Jadi kalau ditanya perlukah pusat pelayanan kanker di daerah, jawabannya harus!," tandasnya.

(Dewi Kurniasari)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement